Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Teman Wanita

Saat masih duduk di bangku mts kelas 2, saya berkenalan dengan seorang perempuan, kita anggap saja namanya adalah Dara (nama samaran). Teman kelas sebenarnya, mungkin antara kita masih sama-sama tidak peduli satu sama lain. Meskipun satu kelas, kami jarang berbicara, bahkan bisa dibilang hanya sekedar tahu nama, bahwa aku pernah punya teman kelas bernama Dara.


Babak Awal

Singkat cerita, 4 tahun kemudian di bulan puasa, saya sedang mempersiapkan diri untuk daftar ulang kuliah saat itu. Seperti bulan puasa pada umumnya, alumni mts angkatan kita memang sering mengadakan buka puasa bersama. 


Masih bbm masa itu, Saya mendapatkan pin bbm Dara dari group kelas, tidak ada maksud lain hanya sekedar menambah kontak, trand nya memang punya banyak kontak di bbm itu keren.

 

Hai apa kabar, bu?


Itulah chat pertama saya kepada Dara, dan terus berlanjut beberapa minggu.


Setelah chat pertama itu, kita terus chat dan semakin akrab dalam beberapa minggu sampai pada akhirnya saya tahu dia sedang suka dengan seorang teman. Saya tidak terlalu peduli sebenarnya.


Satu fakta lagi yang saya ketahui setelah 4 tahun tidak komunikasi, kini ia sedang belajar di sebuah pondok dan sudah hampir lulus, ia juga mengajar disana. Singkat cerita ia harus kembali ke pondok nya selama 3 bulan.


3 bulan tidak komunikasi cukup membuat saya kepikiran, saya merasakan rindu. Jujur, agak geli kalau harus mengatakan itu, tapi yasudahlah ini hanya untuk sekedar dokumentasi.


Singkat cerita, saat jadwal ponpes libur dan ia kembali kami usahakan untuk terus berkomunikasi meski hanya sekedar untuk bertanya kabar dan bagaimana sekolah masing-masing.


Mengatakan kejujuran

Satu hari, saat itu saya sudah berada di jogja karena kuliah, dan Dara sebentar lagi harus kembali ke jakarta untuk melanjutkan studi di pondoknya selama 2 tahun kedepan.


Saya mengatakan suatu fakta ke dia waktu itu, 


Saya tidak akan pulang kampung meskipun lebaran idul fitri itu akan terus berjalan hingga saya lulus semua karena faktor biaya. 


Mungkin karena dipaksa keadaan, Dara yang saya fikir masih menyukai teman saya, ternyata saya salah, mau tidak mau Dara harus jujur saat itu tentang perasaannya, atau dia akan kehilangan kesempatan itu. Ya, di antara kami memang dialah yang pertama mengatakan nya. Mungkin sekarang kalian berfikir bahwa saya pecundang.


Selama 2 tahun ia harus sekolah di jakarta, dan saya di jogja. Beberapa kali dia mengirim surat ke alamat saya di jogja, hanya untuk mengatakan bahwa ia rindu. Persis seperti dilan & milea, perbedaannya kami tidak bertemu, terpisah jarak dan saya tidak seromantis dilan.


Saya membalas surat itu, agar tidak ketahuan saya kirim dengan sebuah buku, surat yang saya tulis saya selipkan diantaranya.


Cukup aneh, di saat ada handphone di samping saya, saya lebih memilih main surat-suratan dengan perempuan yang bahkan dilarang menggunakan handphone di sekolahnya.


Danis, adalah seorang teman saya yang menjadi saksi, beberapa kali dialah yang mengantar saya ke kantor post untuk mengirimkan surat tersebut.


Menahan kantuk

Dara telah lulus dari pondok nya, dia bisa dengan bebas bermain handphone seharian full jika ia mau.


Seperti hubungan pada umumnya, kami berdua bisa berkomunikasi dengan mudah sekarang tanpa perlu mengirim surat lagi seperti 2 tahun yang lalu. 


Sayangnya waktu memang tidak bisa berbohong, saat ini saya disibukkan dengan kerjaan di kantor, kuliah, dan beberapa kerjaan tambahan diluar kantor. Dara sendiri disibukkan dengan rumah makan milik orang tuanya, siang hari ia harus masak dan malam hari terkadang ia juga harus menjaga rumah makan tersebut.


Keadaan tersebut memaksa kita untuk lebih sabar lagi, karena hanya bisa komunikasi di jam-jam malam antara jam 11-12 itu juga kalau tidak ketiduran.


Penutup

Hingga saat ini, total kita sudah menjalani ldr lebih dari 3 tahun tanpa pernah ketemu sekalipun, 2 tahun di isi dengan hanya surat-suratan yang di kirim 6 bulan sekali.


Ini mungkin tidak baik untuk suatu hubungan tapi biarlah terus berjalan seperti ini hingga beberapa tahun besok, pikirku. 


Biarlah kita masing-masing menyimpan rasa itu, tanpa membiarkan siapapun menghancurkannya. Waktu yang akan menjawab atas semua pertanyaan di kepala, hanya perlu bersabar, dan percaya.


Teruslah menunggu dan percaya, saya selalu berusaha untuk menceritakan semuanya, sama sekali tidak ada yang saya sembunyikan dan kau masih disini untuk menerima semua, terima kasih untuk itu.


4 bait saya ambil dari lirik lagu noah yang saya suka, dan sedikit mewakili saya


Aku tak ingin terbangun, 

Terbangun sendiri.

Aku tak ingin terjaga 

Terjaga tanpamu.


Terima kasih untuk 3 tahun perjuangannya, dan semoga kita masih sama-sama dikuatkan untuk selalu seperti ini dalam beberapa tahun lagi. Sekali lagi, TERIMA KASIH!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentarlah, Selagi Masih Gratis :D