Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pro Kontra Kebijakan Baru Kemendikbud FULL DAY SCHOOL

Pro Kontra Kebijakan Baru Kemendikbud "FULL DAY SCHOLL"

Pro kontra itu wajar terjadi, disetiap kebijakan kebijakan yang diambil pemerintah, terlepas dari itu semua, kebijakan itu diambil pastilah melewati tahap tahap yang banyak dan pemikiran panjang. Beberapa waktu yang lalu presiden kita Bapak JOKO WIDODO kembali mereshuffle pejabat pejabat petinggi negara kita, yang bertujuan membuat kinerja petinggi semakin baik dan berkualitas.

Termasuk lah bapak Anies Baswedan yang terkena dampak tersebut, beliau terpilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-26 di Kabinet Kerja sejak 26 Oktober 2014. beliau sempat mengeluarkan beberapa kebijakan yang menurut saya bagus salah satunya yang paling saya suka adalah kebijakan beliau yang menghilangkan mosb oleh senior. menurut saya itu adalah kebijakan yang cukup membuat kecewa dan terpukul untuk senior senior yang disekolah terutama osis :) *kasian

Kembali lagi ke pembahasan kita diatas, seperti yang sudah saya katakan bahwa pro kontra itu sudah pasti ada dan kritik ataupun komentar baik yang berniat membangun bahkan yang menjatuhkan pun ada. berikut adalah sedikit komentar oleh orang "penting" diindonesia

Kak Seto :
 " Hanya cara penyampaiannya terkesan terburu-buru dan kurang tersosialisasi sehingga menimbulkan polemik di masyarakat. Saya mendukung rencana tersebut selama tidak memasung hak anak, seperti hak bermain, hak beristirahat, dan hak berekreasi. Sebab, pada prinsipnya, sekolah harus ramah anak demi yang terbaik buat mereka, "

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi :
Tanpa fasilitas yang lengkap, hasilnya nol

Deddy Mizwar :
Full Day School Perlu Perhatikan Kultur Daerah

Apa saja kontra yang timbul akibat kebijakan baru ini ? dan apa saja akibatnya, mari kita bahas.
1. Anak Anak Butuh Istirahat
Mungkin terdengar konyol tapi inilah adanya, saya masih kelas XII Smk, dan jika kebijakan ini disahkan tentunya saya pun merasakan akibatnya terlebih saya mempunyai 2 adik yang masih duduk dikelas 4 dan 3 Sd. bukan hanya istirahat anak - anak indonesia rata - rata disore harinya diisi oleh sekolah arab. bagaimana jika full day school, apakah sekolah arab harus ditutup ? apakah anak indonesia tidak mempunyai waktu untuk istirahat ? ingat, kami semua ini juga manusia, bukan robot.

2. Stress
Posted by Brilio.net
Belajar dengan waktu 7-8 Jam saja cukup membuat kita "gila" saya gak bisa bayangin kalau sampai full day satu hari full. mungkin kami akan benar benar jenius seperti albert einstein. kita semua tahu bahwa yang akan stress bukan hanya murid tapi para guru pun akan mengalami hal yang sama. jika belajar dari pengalaman, cuma karena ujian nasional saja bisa ada yang masuk rumah sakit, bagaimana kalau 1 hari full sekolah ?

3. Hubungan Keluarga dan Tetangga Merenggang
1 hari hanya untuk sekolah, apakah sanggup ? sedangkan saat ini untuk belajar 7 jam saja sudah capek nya sudah "keterlaluan" bagaimana kalau 1 hari full. OMG !!!!!
dengan 1 hari full hanya untuk sekolah hubungan kita sama keluarga otomatis pasti menjadi renggang, dan jarang ketemu apalagi dengan tetangga sekitar.

Sebenarnya masih banyak kontra yang ingin saya utarakan, saya akan melanjutkan semua nya jika kebijakan ini benar benar disahkan, karena banyak "negatif" daripada "positif"-nya. kalau alasan bapak menteri hanya untuk membuat anak indonesia pintar dan kreatif. apakah dengan kebijakan lama itu anak anak indonesia belum pintar dan kreatif ? kalau menurut bapak tidak, coba kita balik waktu dulu, kita pernah menciptakan sebuah mobil listrik, dibidang teknologi kita juga punya anak anak pinter dan ahli. kurang apalagi pak ?

Sebenarnya semua kebijakan itu pasti dengan tujuan baik untuk semua rakyat indonesia. tapi alangkah baiknya dipikirkan matang - matang dulu, diakhir artikel ini saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada bapak Muhadjir Effendy yang sudah terpilih menjadi Kemendikbud yang baru, saya berharap bapak bisa memberikan kebijakan kebijakan yang baik dan melanjutkan pembangunan di pendidikan indonesia, dan membuat pendidikan indonesia menjadi lebih baik.

Ingat pak ini adalah tulisan seorang anak SMK bukan tulisan om om atau pun bapak bapak. jadi tolong lah dipikirkan matang - matang karena, tulisan ini adalah curhatan saya yang notabene adalah pelajar di negara ini dan masih menuntut ilmu di negara ini. saya mohon maaf jika ada tulisan saya yang tidak bisa diterima oleh pembaca blog ini, saya hanya berniat mengeluarkan opini saya dan tidak berniat mencari masalah, akhir kata wassalam..

8 komentar:

  1. Ini bagus untuk yg sekolah menengah,kalo sd jgn dlu,soalnya masa2 bermain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, masa masa smp dan sma mungkin bisa.

      Hapus
  2. kalo saya setuju kalau fasilitas di sekolah memadai ahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget gan, sampai kapanpun kalau fasilitas masih kurang, hasilnya tetap aja kurang.

      Hapus
  3. hmm gw sih trmasuk yg ga setuju yaa .
    kasian juga anaknya bsa stres itu bener .

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gan. kan niat nya yang awal baik bisa saja hasilnya jadi buruk.. pemerintah harus benar benar mempertimbangkannya

      Hapus

Komentarlah, Selagi Masih Gratis :D